Selasa, 31 Maret 2015

Sesederhana secangkir kopi..

Selamat malam dunia!
Assalamualaikum!
Tuan putri baru sampai istana nih, abis ada urusan di kantor, entah urusan apa, intinya gue baru balik dan itu penting.
Gimana? Banjir cerita gue, asik kan?
Dari pjka-ers sampe diary dini hari.
Begitu deh kalau udah stuck nggak ngerti mau apa lagi, ngeliatin orang, ambil foto, trus nulis.
Yg penting gue ngerasa bahagia dan itu sangat sederhana.
Sesederhana secangkir kopi yg mengepulkan uapnya ke udara, menebarkan aroma semangat untuk melanjutkan hidup..

Dini hari yg tenang, di Stasiun Tawang

28 Maret 2015 at Stasiun Tawang 03:39, p-a-g-i!

alhamdulillah sampai dengan selamat.
well, laper. 1'st word that i wanna tell you.
lagian dari siang kemarin belum makan nasi, fuh. Di kereta juga tidur aja. Dan sekarang di stasiun, berhubung gue datang pagi banget, pada nggak mau jemput. Takut begal katanya, ckck. Jadilah gue ngejongkrok di sini. Gpp. Setidaknya ada tempat duduk, ada cewek juga yg lagi nunggu. Bedanya, gue menikmati penantian ini. sedang dia enggak.

Pengalaman pertama PJKA..

Selamat pagi!
Kwini, Atrium, Senen, Jakarta!
Salam silaturrahim!

Tiba-tiba pagi-pagi ngomongin silaturrahim, whats going on?
Jadi, hari ini tepatnya pagi ini jam 2:47, gue touchdowned Jakarta lagi setelah dua hari satu malam pulang kampung. Menyambung tali silaturrahim dengan keluarga setelah kurang lebih empat bulan mengelana, eh.

Minggu, 22 Maret 2015

Aku, menulis yg terlintas, tanpa batas

Aku ingin menulis tanpa memikirkan apapun, tentangmu, tentangnya, tentang kita, tentang mereka.
Aku ingin yg aku tulis adalah tentang rasa jujur, tanpa polesan apapun.
Lucu mendengar jujur dimasukkan dalam golongan rasa, bukankah ia kata benda, sedang rasa itu tentang kata kerja, merasakan tepatnya.
Aku lelah dengan segala kebohongan, kalau aku boleh mengatakan itu, profesional.
Aku tak sepenuhnya mengerti sampai taraf mana orang bisa dikatakan profesional dalam bekerja.

Kamis, 19 Maret 2015

Curmi : Membagi kisah yang mungkin indah..

Bersama sejuknya angin sore, jingganya semburat mega, sayupnya lantunan ayat suci, aku, ingin membagi kisah, yg mungkin tak indah, bagimu, bagiku juga.

Ah maaf, aku harus memenuhi panggilan alam terlebih dulu, kalau tidak maka alam akan menghukumku, tak perlu aku jelaskan caranya.
Hasil glonggongan mbak Dimi yg mau pindah nih, sebenarnya aku sendiri yg mengglonggong diriku. Sudah tau nasi satu porsi manusia biasa itu setara dengan dua kali makan, maklum bidadari harus pintar menjaga diri, tapi itu bukan aku, habis ludes, itupun masih ditambah jus sirsak yg ampun kentelnya, juga wedang ronde jangan lupa. Maka jadilah, terseok-seok perjalanan pulang dari tempat makan. Mau minta dipapah, kok dikodein pada nggak mempan.

Jumat, 06 Maret 2015

Cerpan : Untuk Si Biru..

Jadi, selamat siang! :D
Tadi pagi gue senam lhoo, itu penting..pokoknya penting aja.
Cerita tentang senam-nya gue simpen dulu yaa, kali ini gue mau menghidangkan sepotong cerita manis tentang dua anak manusia yg saling bertukar sapa lewat dunia maya..
Even a distance can not separate their friendship, nor their hearts..