Rabu, 30 September 2015

maybe you just need a coffee, or a coffee-mate? ^_^


taken at Kopi Kina Tebet


taken at Kopi Reman Djuanda II


taken at Stasiun Juanda


taken at Rumah Kopi Nusantara TMII


taken at Watt Coffee Kwitang





This is just the beginning, watch out the next! ^_~


Senin, 28 September 2015

About my short journey, B-L-H-B

26 September 2015
20.34
Is now at Menoreh, kereta Jurusan Semarang-Jakarta.
Yep, gue lagi mau perjalanan balik ke Jakarta.
Abis lebaran Idul Adha di rumah.
Duh depan gue ini kok nggak bersahabat ya.
But gue nggak akan bahas mereka. Nggak penting.

Well kali ini gue mau bikin target, selesai satu tulisan selama perjalanan ini. Tapi kalo publish sih nggak yakin, soalnya gue harus pake laptop atau pc buat masukin gambar sama ngerapiin formatnya.Jadi kita nulis bahan dasarnya dulu ya.

Kali ini sesuai judulnya, gue mau cerita tentang perjalanan singkat gue dari Jakarta kembali lagi ke Jakarta. Gue cerita ini intinya pengen share, sekaligus sebagai reminder buat gue, secara gue ini pelupa abis, asli males banget, haha.

Selasa, 15 September 2015

Cerpan : Induksi Kopi, Merangkai Hati [Bagian 4]

Setahun sebelum pernikahan

“Nan, gue lagi sedih nih.” curhat Ayra di sela mereka makan siang.

“Kenapa Ra?” jawab sobatnya itu.

Rabu, 09 September 2015

Cerpan : Induksi Kopi, Merangkai Hati [Bagian 3]

Kalau mau berbicara tentang kebahagiaan, apa yang jadi indikatornya, itu hal pertama yang harus dijawab.
Oleh siapa?
Oleh Ayra, oleh kita.

Selasa, 08 September 2015

Tulisan random di sela ngantri dokter gigi

07, 48
Another happy morning.
Kenapa?
Tunggu aja ya ceritanya. Kapan kapan,  hahaha.

Gue sekarang lagi duduk di kursi kayu panjang, di depan ruang tunggu Balai Kesehatan kantor.
Balai Kesehatan again?
Haha iya nih hobi banget ke sini, eh enggak ding, yg hobi nyuruh gue ke sini itu bu dokternya. Curiga gue si ibu mau jadiin gue mantu, hahaha.

Selasa, 01 September 2015

Reviu sekaligus curhat : Kopi Reman

1 Sept 2015
7.26 pm

Sore ini, setelah pulang nguli eh kerja, gue dijemput oleh orang-orang kesayangan, maklum tuan putri, haha.

Jadi gue sama Salsa udah punya rencana mau ke kedai kopi semacem booth kopi gitu, di basement gedung sebelah, sejak lama pengen nyoba kopi di sana tapi entah kenapa nggak pernah kesampaian. Awalnya beneran tutup, ganti jadwal, shift-shiftan jadwal buka, sampai yang terakhir jadwal bukanya teng abis office hours gitu.
So, mau nggak mau kita harus dateng setelah pulang ngantor.